Selasa, 05 Januari 2010

Dasar-dasar Overclocking berbasis Chipset Intel P35 & P31

Overclocking adalah sebuah proses pengupayaan komponen dari PC berjalan diatas standar pabrik. Overclocking umumnya dilakukan untuk meningkatkan kinerja computer. Dengan komponen yang murah kemudian di overclock agar mencapai kinerja setara dengan hardware yang lebih mahal.
Cara melakukan overclock
· Melalui BIOS, pengaturan tegangan dan frequensi dilakukan di BIOS
· Modifikasi hardware untuk memungkinkan pengaturan tegangan, multiplier dan frequensi.
· Menggunakan software (Overclocking on the fly), pengaturan frequensi, timing dan tegangan dilakukan dalam operating system.
Komponen PC yang dapat di overclock
PROSESSOR


Contoh: E6800 (total clock 2930 MHz)

Kartu Grafis
Hal-hal yang diperhatikan saat melakukan overclocking pada kartu grafis:
· GPU Clock/Core Clock
· Shader Clock (optional)
· Memory clock
· Jenis Memory (GDDR/GDDR2/GDDR3/GDDR4)
· Pendingin
· Suplay daya yang memadai
Cara Overclocking Kartu Grafis
· Menggunakan utility Riva Tuner
· Menggunakan utility ATI Tool
· Menggunakan utility dari produsen kartu grafis, seperti V-tuner, Winfox, dsb.
· Beberapa kartu grafis memberikan pilihan overclock dari bios kartu grafis
· Modifikasi pada BIOS kartu grafis
· Modifikasi secara hardware
Modifikasi BIOS Kartu Grafis
Simpan dengan extention .rom
Buat bootable disk menggunakan disket atau Flashdisk
Copy file cwsdpmi.exe dan nvFlash.exe (dapat ditemukan pada file zip NVFlash) ke disket atau Flashdisk yang dibuat bootable
Lakukan boot dari disket/flashdisk, dan diprompt ketik: nvflash(namafile).rom
Faktor Penghambat Overclocking
· Heat (panas)
· Wall (batas maksimun)
· Kekurangan daya
· Komponen motherboard yang tidak kuat pada kondisi overclock
· Limitasi memory dan chipset
Tulisan diatas berdasarkan Seminar yang saya ikuti di Universitas Gunadarma tentang Pengenalan Prosesor Intel Core2 Duo & Dasar-dasar Overclocking berbasis Chipset Intel P35 & P31.
 
animasi  bergerak gif
Manggekyu - Sharinggan