Kamis, 09 Juni 2011

Plagiatisme


Plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator, yang dilakukan dengan cara:
  • Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
  • Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
  • Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  • Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  • Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.
Yang digolongkan sebagai plagiatisme:
  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya
Yang tidak tergolong plagiarisme:
  • menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
  • menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
  • mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya plagiatisme :
  • Tekanan informal dan formal pada peneliti untuk menerbitkan karya mereka dalam jurnal terkenal. Seringkali peneliti mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah ini yaitu dengan melakukan plagiat.
  • Pengetahuan yang terbatas mengenai sejauh mana Idea-borrowin g (penyaduran) diperkenankan dan konsekuensi dari plagiatisme untuk kedua pihak, bagi korban dan plagiaris. Misalnya untuk menggunakan beberapa bagian artikel yang sudah pernah dipublikasikan, harus disertakan referensi dari sumber asli yang bersangkutan.
  • Sistem yang menyulitkan pemberian hukuman atas plagiatisme. Misalnya apabila sebuah artikel dan artikel hasil plagiat diterbitkan pada waktu yang hamper bersamaan akan sulit untuk menentukan mana yang asli dan tidak. Selain itu lebih parahnya, si plagiator bisa berbalik menyatakan bahwa karyanya lah yang diplagiat.
Sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
 
animasi  bergerak gif
Manggekyu - Sharinggan